Beranda > Health > Oral Seks Picu Penularan Kanker Mulut dan Leher

Oral Seks Picu Penularan Kanker Mulut dan Leher

Kanker yang diderita di bagian kepala dan leher terkait aktivitas seksual. Hal ini disebabkan karena human papillomavirus (HPV) merupakan pemicu utama kanker ini. HPV dapat ditularkan melalui jenis aktivitas seksual oral seks. “Ini hubungan yang kuat, terutama seks oral yang terkait dengan naiknya infeksi HPV ,” kata Dr Greg Hartig, profesor THT bagian bedah kepala dan leher di fakultas kedokteran dan kesehatan umum University of Wisconsin.

Sebuah studi pada 2007 di New England Journal of Medicine menemukan bahwa orang-orang muda dengan kanker di kepala dan leher yang positif untuk infeksi HPV di mulut lebih cenderung memiliki banyak pasangan seks vaginal dan oral dalam hidup mereka.

Dalam studi tersebut, memiliki enam atau lebih pasangan seks oral selama seumur hidup memiliki 3,4 kali risiko lebih tinggi untuk kanker orofaringeal – kanker pangkal lidah, belakang tenggorokan atau tonsil.

Para peneliti juga melaporkan bahwa kanker tonsil dan dasar lidah telah meningkat tiap tahun sejak 1973. Kenaikan ini juga terkait aktivitas oral seks yang kian meluas di kalangan remaja. Dalam itu, juga disebut, ciuman mulut dengan gaya french-kiss juga rentan menularkan HPV. Beberapa jenis HPV dapat menyebabkan kanker leher rahim (serviks).

Menurut Dr Amesh A. Adalja, instruktur di Bagian Penyakit Menular di University of Pittsburgh Medical Center HPV cenderung spesifik lokasi. HPV cenderung bertahan di bagian tuubh pertama yang dia singgahi. Bisa ke vagina (yang dalam beberapa kasus dapat menyebabkan kanker leher rahim), atau mulut dan tenggorokan.

Dengan kata lain, trend aktvitas seksual yang berubah juga menyebabkan perubahan infeksi HPV.

US Centers for Disease Control dan Pencegahan (CDC) melaporkan bahwa, pada 2002, sekitar 90 persen laki-laki dan 88 persen perempuan berusia 25 hingga 44 tahun mengaku pernah melakukan oral seks dengan pasangan lawan jenis. Sebanding pada 1992 yang menunjukkan sekitar 75 persen pria berusia 20 sampai 39 tahun dan hampir 70 persen wanita berusia 18-59 tahun pernah oral seks.

Serangan HPV akan kian ganas jika penderita juga merokok. Dari penderita HPV yang merokok, hanya sekitar 45-50 persen yang bertahan hidup. Sedangkan dari kalangan non perokok, 85 persen orang dengan tumor HPV-positif bertahan hidup.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: