Beranda > News > Pekerjaan “Non-Kantoran” Paling Asyik

Pekerjaan “Non-Kantoran” Paling Asyik

Sebagai pegawai yang sehari-hari “terjebak” di balik meja atau kubikel kantor, mungkin banyak di antara kita yang membayangkan alangkah asyiknya memiliki jenis pekerjaan yang memungkinkan kita untuk berada lebih banyak berada di luar kantor. Alangkah asyiknya jika dapat mengatur waktu sendiri sesuai dengan kemampuan kita. Dan alangkah bahagianya jika bisa memiliki dinamika pekerjaan yang lebih bervariasi. Dalam edisi business news kali ini akan dibahas mengenai beberapa pekerjaan “non-kantoran” yang permintaannya meningkat akhir-akhir ini.

Penjawab Pertanyaan Online
Ekonomi mungkin sedang mengalami pemulihan, namun perusahaan-perusahaan tetap berusaha untuk memotong biaya – salah satu caranya adalah dengan mengurangi jumlah pekerja tetap yang membutuhkan kehadiran secara fisik di kantor. Dengan demikian kebutuhan akan lini bisnis yang bersifat online makin meningkat.

Salah satu pekerjaan yang banyak peminatnya berkaitan dengan kebutuhan akan karyawan online ini adalah tenaga untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan virtual. Salah satu iklan lowongan pekerjaan di Craiglist yang paling banyak peminatnya adalah pekerjaan ini. Apabila Anda menghabiskan banyak waktu dengan menggunakan internet, maka sebaiknya Anda memperoleh penghasilan untuk hal tersebut.

Pekerjaan ini membutuhkan orang yang bersedia untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan secara online. Pertanyaan-pertanyaan ini jumlahnya sangat banyak, bisa mencapai ribuan dalam waktu per jam. Persyaratan untuk perkerjaan ini adalah berusia di atas 18 tahun dan memiliki kemampuan tinggi untuk menggunakan berbagai macam mesin pencari.

Pengembang Aplikasi Mobile
Permintaan terhadap pekerja untuk bidang pengembangan aplikasi mobile sedang meroket – dan hal yang menyenangkan adalah Anda tidak harus berada di kantor untuk menjadi pengembang aplikasi mobile tersebut.

Menurut CEO dan Indeed.com, pekerjaan ini membutuhkan kemampuan khusus yang tidak dimiliki oleh semua orang, bahkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan ini boleh dibilang langka sehingga permintaan jauh melampaui ketersediaan tenaga kerja. Dengan kondisi ini boleh dibilang pekerja memiliki nilai tawar tinggi. Terutama sekali mereka dapat menyesuaikan kondisi kerja dan tidak harus setuju untuk bekerja secara penuh waktu hanya untuk satu perusahaan. Biasanya pengembang aplikasi mobile ini bekerja paruh waktu untuk beberapa perusahaan sekaligus.

Penguji Video Game
Pekerjaan ini boleh dibilang merupakan impian setiap anak kecil, dan mungkin juga orang dewasa: penguji video game professional.

Iklan untuk penguji video game di Indeed.com mencapai jumlah ribuan dengan bayaran menggiurkan antara 20,000 – 100,000 dolar.

Keuntungan dari pekerjaan ini adalah Anda dapat mencoba sebuah game sebelum game tersebut dirilis. Akan tetapi kerugian dari pekerjaan ini adalah Anda harus memainkan game yang sama berulang kali hingga Anda dapat menyelesaikannya, menemukan berbagai cara untuk mengalahkannya, dan lain-lain. Tapi itu adalah harga yang pantas untuk pekerjaan impian ini.

Terapis Rekreasional
Seiring dengan penuaan yang dialami oleh generasi baby boomer, permintaan atas pekerja di bidang kesehatan mengalami kenaikan. Akan tetapi tidak semua pekerjaan di bidang itu mengharuskan Anda menjadi seorang dokter atau perawat.

Terapis rekreasional merupakan pekerja yngmembantu pasien yang terluka untuk pulih dengan menggunakan beragam aktivitas rekreasi, mulai dari olah raga dan permainan hingga seni, music, dan tarian.

Gaji yang diterima oleh pekerja di bidang ini mencapai angka 40,000 dolar, menurut data dari Departemen Tenaga Kerja AS.

Di Indonesia sendiri tenaga-tenaga kerja untuk bidang-bidang di atas juga mulai bermunculan, meskipun belum sepopuler di AS. Di Indonesia terutama sekali tenaga kerja sebagai pengembang aplikasi mobile merupakan yang perkembangannya paling cepat.

Sampai saat ini tidak kurang dari 200 perguruan tinggi (PT) baik negeri maupun swasta di Indonesia yang memiliki program studi terkait dengan TI untuk jenjang pendidikan sarjana, magister, dan doktoral. Sekitar 300 lainnya untuk jenjang Diploma III dan Diploma IV, yang keseluruhannya menghasilkan kurang lebih 25,000 lulusan setiap tahunnya.

Kalangan pengamat industri menilai bahwa jumlah itu sangat jauh dari kebutuhan industri yang sebenarnya, yang mencapai sekitar 500,000 lulusan bidang Teknologi Informasi setiap tahunnya. Bahkan diperkirakan untuk tahun 2020 jumlah lulusan perguruan tinggi di Indonesia sekitar 6 juta orang per-tahun dengan asumsi sekitar 7% mahasiswanya mengambil disiplin TI.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: