Beranda > Museum > Patung Budha Tidur di Desa Bejijong, Trowulan, Mojokerto

Patung Budha Tidur di Desa Bejijong, Trowulan, Mojokerto

Jakarta – Mungkin tidak banyak yang tahu kalau di Indonesia ini kita punya patung Budha Tidur terbesar di Indonesia dan diklaim ketiga di Asia setelah Thailand dan Nepal. Dengan panjang 22 meter, lebar 6 meter, serta tinggi 4,5 meter, wajar jika Museum Rekor Indonesia atau MURI menobatkan patung ini di buku rekornya pada tahun 2001.

Letak patung Budha Tidur di Maha Vihara Majapahit di Desa Bejijong, Trowulan, Mojokerto. Kalau naik kendaraan umum turun saja di Balai Perlindungan Benda Purbakala Trowulan di Jalan Raya Mojokerto Jombang. Dan jalan sebentar menuju Jalan Candi Brahu.

Melihat kemegahan patung Budha Tidur berwarna keemasan yang sebesar itu rasanya kita sedang tidak menginjak tanah Indonesia, tetapi serasa kalau kita lagi di Thailand. Beberapa teman yang pernah saya ajak ke sana saja merasa takjub dan tidak percaya ada hal seperti ini di Indonesia. Bahkan teman asing yang pernah saya temani berkunjung bilang I can not believe it that I’m in Indonesia right now, I don’t expect that I will see big sleeping Buddha in Indonesia.

Patung Budha Tidur dicat emas mengkilat menggambarkan wafatnya Siddharta Gautama dan dibangun di atas kolam air melambangkan abunya dibuang ke laut, patung menghadap ke arah selatan yang dianggap kiblatnya umat Budha. Di sekeliling bawah patung terdapat relief-relief yang menceritakan tentang Budha itu sendiri.

Tidak hanya melihat kemegahan patung Budha saja, terdapat juga miniatur Candi Borobudur di areal Maha Vihara Majapahit ini. Patung kera sakti, dan beberapa patung tokoh-tokoh dalam cerita Budha juga menarik untuk dilihat. Di dinding belakang bangunan utama terdapat relief-relief besar yang menceritakan Budha sedang mengamalkan ajarannya.

Maha Vihara Majapahit terbuka bagi siapa saja yang ingin berkunjung, tidak hanya sebagai tempat beribadah umat Budha tetapi ramai juga dikunjungi oleh yang beragama selain Budha. Terbukti pada waktu lebaran atau libur tanggal merah banyak sekali pengunjung dari berbagai kalangan. Senangnya jika melihat kerukunan antar umat beragama tidak hanya sebatas teori saja tetapi juga diterapkan.

Nggak rugi berkunjung ke Maha Vihara Majapahit di Trowulan ini, toh setelah mampir di tempat tersebut bisa dilanjutkan wisata ke situs-situs bekas kerajaan Majapahit seperti Candi Brahu, Kolam Segaran, Pusat Informasi Majapahit (Museum), Candi Bajang Ratu, Candi Tikus, yang masih satu Kecamatan yaitu Trowulan.

Catatan: kalau berkunjung ke sini jangan berisik!!!

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: