Beranda > Health > Waduh, Pasangan Terobsesi dengan Orgasme!

Waduh, Pasangan Terobsesi dengan Orgasme!

Fitri Yulianti – Okezone

Detail Berita
Raihlah orgasme (Foto: Cosmopolitan)

BERCINTA mendatangkan kenikmatan bagi tiap pasangan. Namun saat aktivitas seks menjadi obsesi, Anda patut mewaspadainya.

Pasangan Anda terobsesi untuk bisa menemukan G-spot dan membuat Anda orgasme. Awalnya menyenangkan, tapi lama-kelamaan mengganggu. Saat Anda menolak ajakannya untuk bercinta, dia pasti marah.

Parahnya, Anda mulai berpura-pura orgasme dan kini, dia mengharapkan orgasme dramatis itu terjadi setiap waktu. Kalau Anda berada dalam situasi ini, simak saran dari Kristen Mark, pakar seks dari Indiana University dan peneliti Center for Sexual Health Promotion.

Seperti diulas Lemondrop, hal pertama yang harus Anda camkan, tak ada seorang pun yang bisa memberi Anda orgasme selain diri Anda. Meskipun orgasme terlihat seperti sebuah “hadiah” di puncak kesenangan erotis pasangan, tapi ini sepenuhnya milik Anda. Sehebat apapun rangsangannya, tapi kalau Anda menolak, Anda tak akan bisa orgasme.

Sayang, banyak pria (dan sebagian wanita) melihat orgasme sebagai stempel persetujuan bahwa Anda menikmati diri sendiri, meski tampaknya terjadi pada pasangan Anda. Berikan pasangan pemahaman yang baik soal ini.

Faktanya, sekira 30 persen orgasme wanita terjadi hanya lewat hubungan seks, di mana hampir semua wanita membutuhkan beberapa rangsangan klitoris untuk orgasme dan sebagian lainnya kadang menikmati orgasme G-spot.

“Saya tidak bermaksud untuk membuat kesenangan ini seolah-olah tidak mungkin. Tapi karena orgasme yang seharusnya menyenangkan ini mengganggu Anda, ada baiknya Anda memanfaatkan fakta tersebut untuk memberikannya pemahaman soal seks,” papar Kristen.

Dia menegaskan, komunikasi belum efektif bila Anda masih berpura-pura orgasme. Anda melakukannya karena tekanan besar dari pasangan dan akhirnya akrab bagi Anda.

“Bagaimanapun, ini memberinya kesan bahwa Anda puas, padahal tidak demikian. Anda tetap bisa terpuaskan tanpa orgasme, tetapi dengan tekanan darinya, rasanya kepuasan tidak mungkin tercapai. Kejujuran orgasme berpotensi menjaga kehidupan seks Anda tetap menyenangkan,” imbuhnya.

Kristen menegaskan, Anda harus berhenti pura-pura orgasme dan berbicara kepadanya tentang peran masing-masing demi kepuasan bersama.

“Saya rasa penting bagi pasangan untuk mendidik dirinya dengan orgasme wanita. Mudah-mudahan, dia akan menyadari bahwa banyak hal indah dalam, selain orgasme. Untuk kepuasan seksual Anda, sesuatu harus berubah,” tukasnya.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: